Skip to content

surat pembaca online

Suarakan Keluh Kesahmu lewat Surat pembaca

Pada Sabtu, 28 April lalu, saya bersama suami dan anak kami ke toko baby “Kasih Ibu” cabang MOI (Mall of Indonesia). Sementara saya melihat-lihat barang, anak saya (4,5tahun) tertarik pada salah satu mainan yang cara memainkannya dengan memukul tombol untuk mengeluarkan bunyi-bunyian. Tiba-tiba seorang satpam toko yang bernama Jaja mendatangi anak saya dan dengan kasar merebut mainan tersebut dan bilang kalau mainannya tidak boleh dimainkan dengan cara seperti itu.

Sempat terkaget-kaget dengan sikap kasarnya, suami bilang pada satpam yang bernama Jaja tersebut untuk membiarkan anak saya memainkannya. Jika ada kerusakan yg diakibatkan oleh anak kami,kami tidak berkeberatan untuk menggantinya. Bukannya mengubah sikapnya yang tidak sopan itu, satpam Jaja tersebut malah dengan nada menantang dan perkataan yang kasar dan menyindir menyuruh suami saya membayar di kasir saat itu juga.

Saya makin kaget, bukan hanya pada sikap kurang ajarnya namun juga pada ucapannya untuk langsung membayar padahal kondisi mainan tersebut baik-baik saja. Saya yang melihat kejadian itu berujar agar satpam Jaja tidak bersikap kurang ajar pada kami. Sungguh tidak diduga, satpam Jaja malah menyuruh kami keluar dengan kasar dan menggunakan kata2 yg tidak pantas dikeluarkan kepada customer. Baru kali ini saya menerima perlakukan kurang ajar saat belanja di Kasih Ibu. Padahal kami sering sekali belanja keperluan baby di Kasih Ibu cabang MKG (Mall Kelapa Gading).

Satpam Jaja mendekati saya dengan bringasnya, Terbawa suasana suami saya dorong tubuhnya yang tinggal jarak beberapa jauh saja dari saya dan anak kami. Satpam Jaja bergerak ingin membalas memukul suami, Saya secepatnya melerai dan mengajak suami keluar toko mengingat anak kami yg masih berdiri terkaget-kaget disamping saya. Bahkan sampai di luar tokopun saya masih mendengar teriakan kurang ajar dari mulutnya. Jika tidak mengingat ini tempat umum ingin rasanya saya bungkam mulut kurang ajarnya. Saya prihatin dengan manajemen Kasih Ibu yang mempekerjakan satpam yang tidak beretika pada pelanggan toko.

Toko baby seharusnya menggambarkan sebuah toko dengan pelayanan yang ramah, tulus, dan suasana kekeluargaan yang erat seperti halnya sifat bayi yang lembut dan hangat. Apalagi Jaja adalah seorang satpam yang seharusnya bersikap melindungi bukannya membuat kericuhan sendiri. Sungguh disayangkan jika pegawai seperti itu diberi kekuasaan sebagai pelindung toko karena jelas-jelas dia tidak mampu melakukannya. Saya minta manajemen “Kasih Ibu” memberi penjelasan mengapa satpam tidak beretika seperti Jaja bersikap seperti itu pada saya. Terima kasih.

leanne oktora
jln boulevard blok G/3, sunter
jakarta utara

sumber: http://www1.kompas.com/suratpembaca/read/31993
About these ads

Tags: , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: